Amankah Disinfektan disemprotkan pada tubuh manusia?


Oleh :

 Yunita Suffiana & Hasyrul Hamzah

 

Kejadian Covid-19 atau yang bisa disebut virus corona pertama kali dilaporkan oleh WHO di wuhan china pada akhir Desember 2019. Corona virus (CoVs) termasuk kedalam subfam orthocoronavirus di dalam family Coronaviridar diikuti dengan Nidovirales, dan subfamili ini termasuk a-beta-gamma-delta coronavirus. Corona virus umumnya menyebabkan infeksi  enzootic  pada unggas dan mamalia dan beberapa waktu terakhir ini menunjukkan kemampuannya juga untuk menginfeksi manusia

Angka kasus virus corona di seluruh dunia hingga hari Minggu (5/4/2020), terus mengalami peningkatan.  Berdasarkan data worldmeters  secara global ada 1,225, 035 kasus di seluruh dunia dengan jumlah kematian sebanyak 66,503 dan jumlah orang yang dikatakan sembuh sebanyak 253,855.

Akhir-akhir ini, banyak digunakan bilik disinfeksi  (disinfection chamber) di berbagai titik fasilitas umum, bahkan juga di perumahan untuk pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab wabah COVID-19.

Berikut berbagai macam disinfektan diantaranya adalah diluted bleach (larutan pemutih, natrium hipoklorit), klorin dioksida, etanol 70 %, kloroksilenol, electrolyzed salt water, amonium kuartener seperti benzalkonium klorida, glutaraldehid, hidrogen perioksida (H2O2).

Sebenarnya disinfektan tersebut ditujukan sebagai disinfektan ruangan dan permukaan seperti lantai, perabot, peralatan kerja, pegangan tangga atau  eskalator, moda transportasi dan lain-lain. Efektivitas dari disinfektan dievaluasi berdasarkan waktu kontak yaitu waktu yang dibutuhkan oleh disinfektan tersebut untuk tetap berada pada rentang 15 detik sampai 10 menit, yakni waktu maksimal yang ditetapkan oleh EPA (Environmental Protection Agency). Selain itu Asociate Profesor Bimo A, Tedjo dari Departemen Kimia Universitas Putra Malasyia dalam webinarnya juga mengatakan bahwa disinfektan untuk tujuan disinfeksi virus, diperlukan waktu kontak minimal 10-30 menit. Sedangkan pada disinfektan bilik waktu kontak tidak lebih dari 1 menit, sehingga penyemprotan disinfektan ketubuh manusia tidak efektif.

WHO tidak menyarankan penggunaan alkohol dan klorin  ke seluruh permukaan tubuh karena akan membahayakan pakaian dan membran mukosa tubuh seperti mata, mulut sehingga berpotensi  menimbulkan resiko terhadap kesehatan dan merusak pakaian. Bahkan berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada JAMA Network dikatakan bahwa bagi perawat yang rutin tiap minggu menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan alat-alat medis beresiko lebih tinggi mengalami kerusakan paru-paru kronik. Penggunaan cairan hipoklorit pada konsentrasi rendah secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan iritasi kulit dan kerusakan pada kulit serta menimbulkan  iritasi pada saluran pernapasan, dan penggunaannya pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan kulit terbakar parah. Kloroksilenol (bahan aktif cairan antieptik komersial) yang juga digunakan sebagai salah satu disinfektan untuk bilik disinfeksi dapat meningkatkan resiko tertelan atau tidak sengaja terhirup, penelitian pada hewan, kloroksilenol menyebabkan iritasi kulit ringan dan iritasi mata parah, penelitian lain menunjukkan kasus keracunan dapat menyebabkan komplikasi serius pada 7% populasi bahkan sampai kematian.

Penggunaan disinfektan yang berlebihan berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan lingkungan.Solusi aman untuk pencegahan paparan virus SARS-CoV-2 saat ini sesuai rekomendasi WHO adalah mencuci tangan menggunakan sabun (minimal 20 detik), mandi serta mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas luar, dari tempat beresiko infeksi dan tempat infeksi tinggi, serta menerapkan physical distancing (jaga jarak minimal 1 meter).

Referensi :

  1. L, Z. dan Y, L., 2020. ‘Potential Interventions for Novel Coronavirus in China: A Systematic Review’, Journal of medical virology. URL: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32052466/ (diakses tanggal 6/4/2020).
  2. https://www.worldometers.info/coronavirus/ di akses tanggal 5-04-2020
  3. Lowe, R.,Strazdas,L.,Qoun,J.,Srikanth,M. The Importance of contact time and visible wetness to ensure  effective disinfection.  Available online: https://www.beckershospitalreview.com/quality/the-importance-of-contact-time-and-visible-wetness-effective-to-ensure-disinfection.html
  4. Dumas, O.; Varraso, R.; Boggs, K.M.; Quinot, C.; Zock, J.-P.; Henneberger, P.K.; Speizer, F.E.; Le Moual, N.; Camargo, C.A. Association of Occupational Exposure to Disinfectants With Incidence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease Among US Female Nurses. JAMA Netw. Open2019, 2, e1913563.
  5. Slaughter, R.J.; Watts, M.; Vale, J.A.; Grieve, J.R.; Schep, L.J. The clinical toxicology of sodium hypochlorite. Toxicol.2019, 57, 303–311.
  6. US EPA Pesticides – Fact Sheet for Chloroxylenol Available online: https://www3.epa.gov/pesticides/chem_search/reg_actions/reregistration/fs_PC-086801_1-Sep-94.pdf.
  7. Lam, P.K.; Chan, C.K.; Tse, M.L.; Lau, F.L. Dettol poisoning and the need for airway intervention. Hong Kong Med. J. 2012, 18, 270–5.
  8. Xiao, Y.; Torok, M.E. Taking the right measures to control COVID-19. Lancet Infect. Dis.2020

 

Penulis :

Apt. Hasyrul Hamzah, M.Sc. (Mahasiswa S3 Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada)

Apt. Yunita Suffiana, M.Sc. (Apoteker RSU Zainoel Abidin Banda Aceh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: